Implementasi UUD No
13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sampai saat ini belum terlaksanakan
dengan baik oleh pemerintah. Buktinya saja sampai saat ini buruh masih
terintimindasi, kesejahteraannya masih kurang dan dibawah standar, padahal
buruh merupakan penunjang utama dalam perekonomian. Tepat tanggal 1 mei kemarin kita telah
memperingati hari buruh (mayday) sebagai
hari libur nasional, namun ini belum
sesuai dengan kenyataan yang ada karena perjuangan para buruh belum selesai.
Gaji para buruh belum sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Untuk itulah
kemarin para aliansi reformosi dari berbagai organisasi yang ada di tarakan
turun kejalanan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait hak-hak buruh yang
belum terpenuhi. Organisasi-organisasi yang ada didalam nya antara lain HMI,
GMKI, GPPI, SBSI, LMND, PERS dan Pembebasan. Mereka menuntut ditegakkannya 9
hak yang belum didapatkan oleh buruh. Adapun rangkain aksi yang mereka lakukan
yaitu membagikan selebaran-selebaran berisikan tuntutan, orasi, tetrikal serta
konvoi. Aksi tersebut mereka lakukan di simpang 3 tepatnya depan GTM, sekitar
jam 4 sore.
“Apa
yang kami suarakan pada hari ini 9 tuntutan dari reformasi akan menjadi efekif
keika pemerintah itu mau memperhatikan tuntutan-tuntutan kami. Tapi disini bagi
kami dengan turunnya kami kejalan itu merupakaan satu langkah nyata dari
mahasiswa dan aliansi reformasi untuk bisa
memperjuangkan keadilan bagi para buruh. Kami berharap aksi ini akan
efektif, tetapi akan lebih efektif ketika pemerintah atau pihak-pihak terkait maau
mendengarkan aspirasi kami” ujar anis, salah satu demonstran yang tergabung
dalam aliansi reformasi tersebut.
“Disatu
sisi buruh sangat dibanggakan, disatu sisi kami dikastakan yang paling rendah. Disini
pemerintah tidak melakukan pengawasan, kita curiga juga antara pelanggar hukum
dengan penegak hukum ada apa mereka ? sehingga kami para buruh yang dirugikan.
Kita berteriak sana sini, tetapi kenyataan kita tidak pernah didengarkan” ujar pak
sukllis selaku pimpinan SBSI.
Vemi
oktaviani yang merupakan salah satu buruh di PT.INTRACAWOOD mengutarakan
harapannya untuk pemerintah “agar nasib buruh kedepannya lebih diperhatikan,
soalnya kita disinikan berjuang juga untuk hidup, jadi kalau bisa untuk
pemerintah yang sekarang itu jangan ibaratnya menganggap enteng. Karena kita
wlaupun berikan jaminaan-jaminan dengan pembagian beras miskin, dan sebagainya
itu juga masih kurang. Karena kebutuhan disini bbm naik sembako naik, begitu
bbm urun sembako tidak iut turun dan masih etap mahal. Jadi tolong untuk
pemerintah nasib buruh kedepannya lebih diprhatikan lagi.
