Media Alternatif Mahasiswa Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara

Jumat, 11 September 2015

BURUH ADALAH PAHLAWAN DEVISA DALAM KASTA TERENDAH

Implementasi UUD No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sampai saat ini belum terlaksanakan dengan baik oleh pemerintah. Buktinya saja sampai saat ini buruh masih terintimindasi, kesejahteraannya masih kurang dan dibawah standar, padahal buruh merupakan penunjang utama dalam perekonomian.  Tepat tanggal 1 mei kemarin kita telah memperingati  hari buruh (mayday) sebagai hari libur nasional,  namun ini belum sesuai dengan kenyataan yang ada karena perjuangan para buruh belum selesai. Gaji para buruh belum sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Untuk itulah kemarin para aliansi reformosi dari berbagai organisasi yang ada di tarakan turun kejalanan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait hak-hak buruh yang belum terpenuhi. Organisasi-organisasi yang ada didalam nya antara lain HMI, GMKI, GPPI, SBSI, LMND, PERS dan Pembebasan. Mereka menuntut ditegakkannya 9 hak yang belum didapatkan oleh buruh. Adapun rangkain aksi yang mereka lakukan yaitu membagikan selebaran-selebaran berisikan tuntutan, orasi, tetrikal serta konvoi. Aksi tersebut mereka lakukan di simpang 3 tepatnya depan GTM, sekitar jam 4 sore.

“Apa yang kami suarakan pada hari ini 9 tuntutan dari reformasi akan menjadi efekif keika pemerintah itu mau memperhatikan tuntutan-tuntutan kami. Tapi disini bagi kami dengan turunnya kami kejalan itu merupakaan satu langkah nyata dari mahasiswa dan aliansi reformasi untuk bisa  memperjuangkan keadilan bagi para buruh. Kami berharap aksi ini akan efektif, tetapi akan lebih efektif ketika pemerintah atau pihak-pihak terkait maau mendengarkan aspirasi kami” ujar anis, salah satu demonstran yang tergabung dalam aliansi reformasi tersebut.

“Disatu sisi buruh sangat dibanggakan, disatu sisi kami dikastakan yang paling rendah. Disini pemerintah tidak melakukan pengawasan, kita curiga juga antara pelanggar hukum dengan penegak hukum ada apa mereka ? sehingga kami para buruh yang dirugikan. Kita berteriak sana sini, tetapi kenyataan kita tidak pernah didengarkan” ujar pak sukllis selaku pimpinan SBSI.


Vemi oktaviani yang merupakan salah satu buruh di PT.INTRACAWOOD mengutarakan harapannya untuk pemerintah “agar nasib buruh kedepannya lebih diperhatikan, soalnya kita disinikan berjuang juga untuk hidup, jadi kalau bisa untuk pemerintah yang sekarang itu jangan ibaratnya menganggap enteng. Karena kita wlaupun berikan jaminaan-jaminan dengan pembagian beras miskin, dan sebagainya itu juga masih kurang. Karena kebutuhan disini bbm naik sembako naik, begitu bbm urun sembako tidak iut turun dan masih etap mahal. Jadi tolong untuk pemerintah nasib buruh kedepannya lebih diprhatikan lagi.

LENSA BORNEO

LENSA BORNEO
Majalah Lensa Borneo Edisi Perdana

PERSMA UBT

PERSMA UBT
Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara
Subscribe Via Email

Subscribe to our newsletter to get the latest updates to your inbox. ;-)

Your email address is safe with us!