Kelurahan
Karang Anyar yang merupakan daerah bagian kawasan kecamatan Tarakan Barat
memiliki sejarah panjang mulai dari awal berdirinya kampong Karang Anyar hingga
awal mula corak perekonomian masyarakat sekitar.
Kelurahan
Karang Anyar yang kita kenal ini ternyata pada fase awal dulunya dinamakan
Kampoeng Kelapa karena sebagian besar penduduk sekitar banyak yang berkebun
kelapa sebagai mata pencaharian
Namun
seiring perjalanan panjang sejarah karang anyar tersebut pada masa penjajahan
Belanda sekitar tahun 1936 hampir keseluruhan 90% masyarakat sekitar merupakan
etnis Jawa hal itu diIndikasikan akibat dari pengorganisiran oleh pihak Belanda
kepada orang – orang Jawa yang bekerja di perusahaan Minyak Belanda dipindahkan
ke-Karang Anyar tersebut. Sehingga kampong Karang Anyar pernah disebut sebagai
Kampoeng Sidodadi yang berarti dalam bahasa Jawa adalah Baru jadi karena baru
dipindahkan.
Berdasarkan
sensus yang dilakukan Bangsa Belanda pada tahun 1929 tidak hanya 90% masyarakat
karang anyar yang sebagian besar suku Jawa serta banyak yang tidak bekeluarga
karena didatangkan langsung dari Jawa disamping itu juga corak ekonomi
masyarakat yang kebanyakan bekerja sebagai buruh pekerja tambang minyak Bataafsche
Petroleum Maatschappij (BPM)
Shell.
BPM
Shell adalah satu – satunya perusahaan tambang minyak milik Belanda yang
terbesar dan pertama pada masa penjajahan Belanda di Kota Tarakan.
