Media Alternatif Mahasiswa Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara

Jumat, 11 September 2015

STOP ! Orang Miskin dilarang Pergi Sekolah




Pendidikan adalah suatu kesatuan unit kegiatan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang mana didalamnya ada tenaga pendidik, peserta didik, sarana dan system yang menjalankan aktivitas pembelajaran.

Pendidikan merupakan hal yang sangat krusial dan paling penting dalam memajukan Sumber Daya Manusia dengan pembelajaran-pembelajaran yang dilakukan disekolah guna meningkatkan kualitas individu-individu tersebut, oleh sebab itu pendidikan kini banyak diburu oleh orang dan banyak masyarakat Indonesia yang menginginkannya mengenyam sebuah pendidikan yang dianggap penting, namun pada basis realitasnya banyak anak-anak Indonesia yang sampai saat ini masih saja belum mendapatkan pendidikan yang layak dan bahkan tidak sama sekali hal ini dikarenakan tidak lain dan tidak bukan yaitu hanyalah sebuah persoalan klasik mengenai masalah ekonomi. Dikarenakan ekonomi yang tidak mampu untuk anak ini melanjutkan pendidikannya sehingga terkadang masih saja anak-anak tersebut ada yang tidak bersekolah, bahkan putus sekolah ditengah jalan hanya dikarenakan mereka terpaksa juga harus dituntut untuk dapat menunjang perekonomian keluarganya dan yang nantinya anak-anak ini pun turut bekerja yang sebenarnya tidak layak bagi mereka untuk bekerja.

         Bobroknya system kenegaraan dan kurang adanya ketegasan dari pihak pemerintah saat ini sudah dapat dibuktikan di banyak kasus. Namun harus diketahui pula bahwa dalam system pemerintahan kapitalisme hanyalah berwatakan yang lebih pro terhadap modal dan keuntungan sehingga bisa dibuktikan dalam sector pendidikan yang sebenarnya sangat berperan dalam kemajuan Negara akan tetapi mengalami komersialisasi pendidikan yang seakan-akan orang miskin dilarang untuk sekolah akibat mahalnya biaya pendidikan baik dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Apa benar pendidikan saat ini bisa dikatakan GRATIS ? ketika dalam hal sarana dan prasarana bagi peserta didik itu ternyata masih di haruskan untuk membayar misalkan seperti buku pelajaran yang harga nya terkadang bisa melambung tinggi dari pada kebutuhan pokok sehari-hari, atau biaya seragam atribut dan lain sebagainya.  Meskipun sudah ada dalam ketetapan Badan Kementrian Keuangan Negara bahwa alokasi dana pendidikan merupakan sebesar 20% dan hal ini telah bertentangan dengan realita yang ada. Dapat kita kerucutkan persoalan ini di kota Tarakan khususnya ketika saya pernah bertemu dan mewawancarai langsung beberapa anak-anak dikota Tarakan yang saat itu tengah berjualan Koran hingga malam hari pada 29 november 2013 lalu, kalau kita mengkaji terhadap UU konstitusi RI tentang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 pasal 68 bahwa seorang pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Ini terjadi ketimpangan meskipun sudah ada ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam mempekerjakan seorang anak diantaranya seperti adanya hubungan kerja yang jelas yang dalam artian semacam kontrak kerja dll, adanya izin dari orang tua/wali yang bersangkutan dan yang paling kontras dalam kasus ini adalah ketika anak ini bekerja lebih dari pada 3 jam dan hanya boleh dilakukan di siang hari, persoalan ini telah bertentangan dengan konstitusi yang ada dan telah membuktikan kepentingan kelas-kelas penguasa dan para pemodal lebih memperhatikan terhadap kepentingan surplus atau profit (keuntungan).

Tak akan pernah ada kesejahteraan selama masih banyak orang yang bekerja layaknya seperti budak, hidup dalam rumah yang sempit dan tidak layak huni, anak-anak kurus dan tidak bersekolah. Hari ini perjuangan kita tidak akan pernah berhenti hingga kelas-kelas pengisap dapat turun dari tahta kekuasaan penindas, kalian telah tahu dan benar-benar tahu. Sudah bukan saat nya lagi menyibukan diri dengan hal-hal yang tidak penting diluar sana masih banyak yang menangis akibat kemiskinan. Jangan pernah diam, jangan pernah bungkam ketika kita pandai setinggi langit akan tetapi tidak pernah bersuara jangan harap penindasan akan berhenti, yang ada barisan perbudakan akan semakin panjang. Walau darah sekalipun perjuangan kita tidak berhenti sampai disini. Salam Mahasiswa

Pesona Rumah Iglo Zaman Kolonial Belanda di Bumi Paguntaka



Pesona keindahan bangunan peninggalan – peninggalan bersejarah seperti Rumah Iglo atau yang sering disebut masyarakat sekitar  dengan Rumah Bundar membalut ditengah pesatnya perkembangan Bumi Paguntaka dan kini menjadi salah satu situs bersejarah dari sekitar 100 lebih situs yang tercatat ada di kota Tarakan disamping Bungker, Benteng Pertahanan, Makam, Lograph dan lainnya. Uniknya pondasi rumah ini ternyata terbuat dari batu karang yang diambil dari Pulau Melulun dan dulunya salah satu pulau bagian daerah Tarakan akan tetapi pulau tersebut sudah tidak ada, akibat pengerukan yang terus dilakukan oleh Belanda sebagai bahan baku pembuatan bangunan-bangunan lama seperti Wisma Patra dan lainnya.

Rumah Bundar yang merupakan peninggalan jajahan colonial Belanda yang sengaja dibangun sejak tahun 1938 untuk rumah dinas bagi pejabat Belanda yang bertujuan membentuk Asisten Presiden  terletak di Kampung Baru ini merupakan satu-satunya kompleks perumahan yang masih tersisa yang dulunya juga pernah ada di daerah Sebengkok dan Markoni namun kini hanya 6 Rumah saja yang masih tersisa dan hanya di Kampung Baru.

Pada tahun 1945 Rumah Bundar tersebut digunakan sebagai rumah tinggal bagi tentara Australia untuk sementara waktu sebelum kembali ke negaranya yang merupakan sekutu dari Belanda dalam melakukan penjajahan di Indonesia. 

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia rumah ini digunakan kembali oleh pejabat-pejabat Indonesia, namun sayang kelestarian rumah ini yang masih bertahan dari segi arsitekturnya hanya satu yang tertinggal dan bertahan dari dulu hingga sekarang yang  kini dijadikan sebagai rumah informasi (Rumah Bundar) di tahun 2006 dari pada rumah bundar yang lain yang sudah mengalami sedikit banyak perubahan yang dilakukan oleh pemiliknya(adr)

SEJARAH SINGKAT KELURAHAN KARANG ANYAR


Kelurahan Karang Anyar yang merupakan daerah bagian kawasan kecamatan Tarakan Barat memiliki sejarah panjang mulai dari awal berdirinya kampong Karang Anyar hingga awal mula corak perekonomian masyarakat sekitar.
Kelurahan Karang Anyar yang kita kenal ini ternyata pada fase awal dulunya dinamakan Kampoeng Kelapa karena sebagian besar penduduk sekitar banyak yang berkebun kelapa sebagai mata pencaharian
Namun seiring perjalanan panjang sejarah karang anyar tersebut pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1936 hampir keseluruhan 90% masyarakat sekitar merupakan etnis Jawa hal itu diIndikasikan akibat dari pengorganisiran oleh pihak Belanda kepada orang – orang Jawa yang bekerja di perusahaan Minyak Belanda dipindahkan ke-Karang Anyar tersebut. Sehingga kampong Karang Anyar pernah disebut sebagai Kampoeng Sidodadi yang berarti dalam bahasa Jawa adalah Baru jadi karena baru dipindahkan.
Berdasarkan sensus yang dilakukan Bangsa Belanda pada tahun 1929 tidak hanya 90% masyarakat karang anyar yang sebagian besar suku Jawa serta banyak yang tidak bekeluarga karena didatangkan langsung dari Jawa disamping itu juga corak ekonomi masyarakat yang kebanyakan bekerja sebagai buruh pekerja tambang minyak  Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) Shell.

BPM Shell adalah satu – satunya perusahaan tambang minyak milik Belanda yang terbesar dan pertama pada masa penjajahan Belanda di Kota Tarakan.

MAHASISWA UBT SIAP HADAPI MEA

Dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terkait kebijakan rezim Jokowi-JK, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan (UBT) akan menggelar Workshop Ekonomi Kreatif yang saat ini tengah di persiapkan pihak BEM dan masih terus berkoordinasi dengan pihak kampus terkait penganggaran dan pelaksanaan teknis untuk kegiatan tersebut.

Workshop Ekonomi Kreatif yang nantinya akan diadakan bulan 3 ini memiliki tujuan agar adanya kejelasan arah ekonomi dan menjadi visi penting dalam pembangunan ekonomi provinsi Kalimantan Utara ditengah – tengah situasi politik pemilihan gubernur Provinsi Kaltara yang pertama dalam peran pemuda dan mahasiswa guna mengawal jalannya kebijakan arah pemerintah Gubernur Provinsi Kaltara yang baru nanti.

“kita belum memiliki kejelasan arah ekonomi dalam menghadapi mea dan di satu sisi dalam rangka menyambut pemilihan gubernur yang pertama hal itulah mesti menjadi visi utama kandidat gubernur nantinya, maka kita mencoba mengawal” Lufti Fahmi Ketua BEM UBT.

Dalam upaya mensinergikan seluruh element masyarakat dalam Kegiatan ini pihaknya juga, nantinya akan mengundang seluruh mahasiswa se-Kota Tarakan untuk ikut berpasitipasi baik tokoh pemuda, masyarakat maupun Organisasi – organisasi kepemudaan di kota Tarakan

GAGAL PERSIAPAN, ADALAH MENYIAPKAN KEGAGALAN



apa itu TOEFL ? Seberapa penting kah TOEFL ? pastinya sudah banyak yang mengetahui, terlebih dikalangan mahasiswa TOEFL sangat penting bagi kelulusan.

14 hingga 17 Mei kemarin Unit Kegiatan Mahasiswa English Comunity (UKM E’COM) menggelar TOEFL Training and Test bertempat di gedung perpustakaan daerah kampung empat. Dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari pre – test, acara pembukaan dilanjutkan dengan pembahasan soal seperti reading comprehension, listening, written structure, post – test dan di hari terakhirnya ada info beasiswa. Kegiatan yang di ikuti oleh 35 peserta tersebut baik mahasiswa dari Universitas Borneo, kampus – kampus lain yang ada di kota Tarakan hingga pelajar SMA yang baru saja lulus, menarik antusias peserta yang sangat baik. “Test TOEFL ini adalah kegiatan pertama di e’com dan baru dikepengurusan saya aja, saya berharap kegiatan ini akan berlangsung setiap tahunnya mengingat kita melihat juga antusias dari peserta dan feedback dari peserta itu sendiri”ujar safril selaku ketua e’com.

Disamping itu, peserta juga akan mendapatkan sertifikat yang berguna untuk mendaftar kuliah ke jenjang berikutnya serta untuk mengurus beasiswa, melamar pekerjaan hingga mengukur kemampuan dalam berbahasa inggris. Sertifikat yang dikeluarkan Pihak panitia tidak menentukan batasan jangka waktu, akan tetapi batasan waktu akan di tentukan dari pihak instansi terkait yang menginginkannya ketika peserta melampirkan sertifikat tersebut.


Dengan adanya TOEFL Test and Training ini agar menjadi langkah sebagai persiapan dalam menghadapi ujian dll, seperti halnya yang diungkapkan Taufik pemateri DIENTITU “Untuk kegiatan ini akan memberikan sedikit pembelajaran ke mahasiswa agar sebelum test melakukan persiapan, karena itu sangat penting. Karena moto saya ketika kita gagal menyiapkan sama saja kita mempersiapkan kegagalan “.(acb)

DAERAH PERBATASAN TARGET SOSIALISASI KEMLU

Sebagai provinsi terdepan, terluar dan berbatasan langsung dengan Negara – Negara tetangga, Kaltara khususnya di  Universitas Borneo Tarakan (UBT) menjadi target sosialisasi dari Kementerian Luar Negeri (kemlu) yang diselenggarakan 4 Juni lalu di ruang Teleconference UBT.
Kaltara menjadi tempat sosialisasi kemlu dengan pertimbangan tidak hanya karena berbatasan langsung dengan Negara – Negara lain melainkan juga putra – putrid daerah yang memahami secara langsung dan sudah terbiasa dengan kondisi geopolitik di Kaltara. Sehingga pihaknya memberikan peluang jenjang karir yang bisa di raih tidak hanya di Tarakan melainkan diluar seperti Jakarta hingga keluar negeri.
Disamping itu masih minimnya pemahaman pekerjaan – pekerjaan tentang diplomasi juga menjadi landasan kemlu melakukan sosialisasi yang berlangsung sekitar 2 jam lebih dan di ikuti beberapa delegasi mahasiswa tiap – tiap fakultas di UBT.

Dalam rangka persiapan penjaringan lulusan terbaik dan sosialisasi pola – pola karir yang bisa ditempuh dalam kemlu, Andi Ardiansyah selaku Biro Kepegawaian Kementerian Luar Negeri pihaknya berharap agar mahasiswa UBT dapat meningkatkan kapasitas dan nantinya akan direkrut oleh kemlu untuk dapat bergabung kedepannya. “Tingkatkan kemampuannya di bidangnya masing – masing, tingkatkan kemampuan bahasa asingnya bahasa inggris kemudian kami undang untuk join bersama kemlu”. (adr/lb)


FESTIVAL PENDIDIKAN SE - KALTARA MINIM ANTUSIAS PESERTA


Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) menyelenggarakan Festival Pendidikan Tingkat Mahasiswa se-Kaltara. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari terhitung dari tanggal 3-5 Juni lalu dengan mengundang seluruh Perguruan Tinggi baik dari STIE, AKPER KALTARA, ABATA, STIMIK, PPKIA, dan LP3I.
Festival Pendidikan yang diadakan oleh BEM FKIP ini merupakan yang pertama kalinya, dengan agenda kegiatan seperti Bazar, Pameran serta Lomba.
Namun sangat disayangkan Festival Pendidikan Se – Kaltara ini masih minimnya antusias peserta dalam mengisi stand yang telah disediakan  oleh pihak panitia Menururt keterangan yang disampaikan Muhammad Iqro selaku ketua BEM, pihaknya telah melakukan penyuratan dan mengundang

seluruh kelembagaan yang ada akan tetapi hanya beberapa lembaga saja yang mengisi stand di kegiatantersebut meskipun telah membatasi stand. “kalo untuk pembukaan stand memang kita batasi, tetapi untuk berpatisipasi atau berkontribusi meramaikan festival pendidikan ini kita sudah menyurati seluruh kelembagaan yang di UB maupun diluar UB” ungkap Iqro sapaan akrabnya.
Sementara itu hal serupa bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Andri Ketua Umum UKM  IMPA – UB saat di konfirmasi ternyata dari BEM FKIP sendiri tidak ada satupun surat yang masuk ke UKM IMPA – UB “intinya surat masuk ke – impa itu tidak ada sama sekali” ujarnya.

Meski demikian Iqro selalu berupaya dalam membangun sinergitas kelembagaan baik didalam kampus maupun diluar kampus sesuai dengan visi - misinya, dan berharap kepada seluruh rekan – rekan mahasiswa untuk tidak apatis dalam membangun nuansa akademis di kampus seperti kajian – kajian, berdiskusi, membaca buku dll. (my-adr/lb)

BURUH ADALAH PAHLAWAN DEVISA DALAM KASTA TERENDAH

Implementasi UUD No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sampai saat ini belum terlaksanakan dengan baik oleh pemerintah. Buktinya saja sampai saat ini buruh masih terintimindasi, kesejahteraannya masih kurang dan dibawah standar, padahal buruh merupakan penunjang utama dalam perekonomian.  Tepat tanggal 1 mei kemarin kita telah memperingati  hari buruh (mayday) sebagai hari libur nasional,  namun ini belum sesuai dengan kenyataan yang ada karena perjuangan para buruh belum selesai. Gaji para buruh belum sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Untuk itulah kemarin para aliansi reformosi dari berbagai organisasi yang ada di tarakan turun kejalanan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait hak-hak buruh yang belum terpenuhi. Organisasi-organisasi yang ada didalam nya antara lain HMI, GMKI, GPPI, SBSI, LMND, PERS dan Pembebasan. Mereka menuntut ditegakkannya 9 hak yang belum didapatkan oleh buruh. Adapun rangkain aksi yang mereka lakukan yaitu membagikan selebaran-selebaran berisikan tuntutan, orasi, tetrikal serta konvoi. Aksi tersebut mereka lakukan di simpang 3 tepatnya depan GTM, sekitar jam 4 sore.

“Apa yang kami suarakan pada hari ini 9 tuntutan dari reformasi akan menjadi efekif keika pemerintah itu mau memperhatikan tuntutan-tuntutan kami. Tapi disini bagi kami dengan turunnya kami kejalan itu merupakaan satu langkah nyata dari mahasiswa dan aliansi reformasi untuk bisa  memperjuangkan keadilan bagi para buruh. Kami berharap aksi ini akan efektif, tetapi akan lebih efektif ketika pemerintah atau pihak-pihak terkait maau mendengarkan aspirasi kami” ujar anis, salah satu demonstran yang tergabung dalam aliansi reformasi tersebut.

“Disatu sisi buruh sangat dibanggakan, disatu sisi kami dikastakan yang paling rendah. Disini pemerintah tidak melakukan pengawasan, kita curiga juga antara pelanggar hukum dengan penegak hukum ada apa mereka ? sehingga kami para buruh yang dirugikan. Kita berteriak sana sini, tetapi kenyataan kita tidak pernah didengarkan” ujar pak sukllis selaku pimpinan SBSI.


Vemi oktaviani yang merupakan salah satu buruh di PT.INTRACAWOOD mengutarakan harapannya untuk pemerintah “agar nasib buruh kedepannya lebih diperhatikan, soalnya kita disinikan berjuang juga untuk hidup, jadi kalau bisa untuk pemerintah yang sekarang itu jangan ibaratnya menganggap enteng. Karena kita wlaupun berikan jaminaan-jaminan dengan pembagian beras miskin, dan sebagainya itu juga masih kurang. Karena kebutuhan disini bbm naik sembako naik, begitu bbm urun sembako tidak iut turun dan masih etap mahal. Jadi tolong untuk pemerintah nasib buruh kedepannya lebih diprhatikan lagi.

BEM UBT BELUM RENCANAKAN KOIN UNTUK AUSTRALIA

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan (UBT), belum memiliki rencana melakukan aksi solidaritas seperti yang dilakukan mahasiswa di kampus – kampus lain diluar daerah terkait koin untuk australia yang telah mengungkit  bantuan untuk korban tsunami Aceh 2004 silam, dimana pemerintah Australia meminta kepada pemerintah Indonesia membatalkan kasus terpidana eksekusi mati warga negaranya yang melakukan pengedaran narkoba di Indonesia.

BEM UBT tengah berfokus pada perbaikan sistem keorganisasian di Internal dan program – program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, sehingga hal ini menyebabkan pihaknya tidak melakukan aksi solidaritas tersebut, Lutfi Fahmi selaku Ketua BEM mengungkapkan sangat mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia atas eksekusi mati terpidana kasus pengedar narkoba di Indonesia.

“memang seharusnya ada, namun sejauh ini kita memperbaiki sistem internal organisasi karena ada beberapa program – program kita yang belum jalan itu yang mau kita optimalkan” Fahmi sapaan akrabnya.


Fahmi menambahkan, diharapkan agar Pemerintah Australia tidak terlalu berlebihan, dan dapat melihat persoalan ini dengan objektif, Sehingga dapat mempertimbangkan sikapnya dalam Membela warga negaranya yang tersangkut kasus narkoba dan efek negatif yang ditimbulkan dari peredaran narkoba terhadap generasi bangsa Indonesia. 

PENINGKATAN KUALITAS SKILL BELAJAR MELALUI BEDAH FILM

Guna meningkatkan mutu dan intelektualitas, Unit Kegiatan Mahasiswa English Community (UKM E’COM) bersama Komunitas Taman Sastra (KTS) menggelar nonton bareng dan bedah film di Beranda Cafe Jalan Mulawarman Gang Tambak yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 17.00 28 Februari lalu, film tersebut membahas tentang mitologi yunani-romawi yang berjudul Troy dan sempat di tayangkan perdana 2004 lalu di bioskop. Yang nantinya Dalam kegiatan bedah film ini diharapkan akan berlangsung simultan. 

Film tersebut membahas tentang unsur intrinsik didalam film dimana terdapat pembelajaran moral dan akhlak. Seperti yang diungkapkan Taufik selaku pembicara 

 “zaman dulu banyak literasi tentang kearifan moral dan akhlak- akhlak, pendidikan inklusi diluar negeri itu sangat ditekankan ke karakter, karakter tidak bisa tercipta kalo tidak ada budaya literasi, apa yang mau dibentuk kalo tidak ada bacaan – bacaan, nah atmosfir itu yang ingin dibangun dari kegiatan ini.” 

Sementara itu Taufik juga menambahkan ingin menciptakan lingkungan literasi dimana anak-anak muda mau membaca dan menulis agar meningkatkan kualitas pendidikan yang berkarakter tidak seperti sekarang banyak bahan bacaan yang bersifat konsumerisme.

LENSA BORNEO

LENSA BORNEO
Majalah Lensa Borneo Edisi Perdana

PERSMA UBT

PERSMA UBT
Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara
Subscribe Via Email

Subscribe to our newsletter to get the latest updates to your inbox. ;-)

Your email address is safe with us!